banner 728x250

Dukung Program Prabowo Subianto, Paramudamudi Ubah Kreativitas Gen-Z Bogor Jadi Cuan Nyata

banner 120x600

KOTA BOGOR – Wadah pemuda PARAMUDAMUDI menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui pengawalan program strategis Dua Tahun Asta Cita, khususnya dalam memajukan industri kreatif generasi muda.

Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran Diskusi Publik bertajuk “Anak Muda Punya Karya, Punya Cuan” yang berlangsung di SEA Space Coffee, Kawasan Sempur, Kota Bogor, pada Kamis malam (22/10/2026).

​Melalui ruang Bincang Publik Daerah ini, PARAMUDAMUDI berupaya membuka horizon berpikir Generasi Z dan Milenial di Bogor dalam menghadapi tantangan lapangan kerja formal.

Pendekatan ekonomi kreatif dinilai menjadi jalan keluar strategis agar anak muda tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan ruang usaha mandiri yang produktif dan bernilai ekonomi.

​Forum ini diselenggarakan untuk membuka horizon berpikir generasi Z dan milenial di Bogor dalam menjawab persoalan sulitnya lapangan kerja formal saat ini. Melalui pendekatan ekonomi kreatif, anak muda didorong tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan ruang usaha mandiri yang produktif dan bernilai ekonomi.

Koordinator Paramudamudi, Emir Zabidi, menegaskan bahwa potensi kreatif yang dimiliki anak muda Bogor sangat luar biasa, namun membutuhkan wadah kolaborasi yang tepat agar mampu menghasilkan nilai tambah finansial (cuan).

Pihaknya berkomitmen untuk terus membersamai langkah pemuda lokal dalam membangun ekosistem usaha yang mandiri dan relevan, sekaligus mendukung penuh implementasi Dua Tahun Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

​”Kami ingin menyuarakan dan membuktikan bahwa anak muda itu penuh kreativitas dan punya karya yang nyata. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen dan dukungan nyata kami terhadap dua tahun agenda Asta Cita dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memajukan industri kreatif pemuda,” kata Emir pada Kamis malam (22/10).

Ia juga menjelaskan, ketika potensi kreatif ini dikolaborasikan secara sinergis, kita tidak hanya melahirkan karya yang bermanfaat, tetapi juga bisa menghasilkan peluang ekonomi atau cuan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

” Paramudamudi hadir untuk membersamai proses itu melalui slogan ‘Anak Muda Punya Karya, Punya Cuan’ sebagai wadah bertukar ide, mengasah kreativitas, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih mandiri,” tegas Emir Zabidi.

​Dalam kesempatan tersebut, Moderator sekaligus pemateri diskusi, Grimaldi, membedah dinamika dan tantangan dunia kerja saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi yang cepat serta meningkatnya persaingan mengharuskan anak muda memiliki skill gap yang teratasi, adaptabilitas, serta keberanian melahirkan karya original yang selalu terperbarui (up-to-date).

​”Dunia kerja sedang berubah drastis dan persaingan makin ketat. Kita tidak bisa lagi hanya menunggu peluang datang, melainkan harus menciptakan peluang itu sendiri. Ekonomi kreatif menjadi kuncinya, di mana ide diubah menjadi karya, karya memiliki nilai jual, dan akhirnya menghasilkan keberlanjutan ekonomi. Jangan pernah takut gagal di usia muda; fokuslah pada perencanaan, nikmati prosesnya, ikuti alurnya, serta barengi usaha dengan konsistensi dan pengembangan ilmu yang berkelanjutan,” ujar Grimaldi di hadapan para peserta.

​Sementara itu, narasumber lainnya yang merupakan pemilik bisnis pakaian bekas (owner fashion second brand) asal Bogor, Hilmi Aziz Tanjung, membagikan kunci praktis memulai usaha dari skala kecil secara bertahap tanpa harus terbebani modal besar di awal.

​”Memulai bisnis kreatif tidak harus menunggu modal besar atau menunggu konsepnya sempurna 100 persen. Yang terpenting adalah kenali dulu kemampuan diri, cermati kebutuhan atau masalah yang ada di sekitar masyarakat, lalu hadirkan solusinya dalam bentuk produk atau jasa yang sederhana. Manfaatkan platform digital untuk membangun portofolio karya, serta jangan ragu meminta evaluasi untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas usaha,” papar Hilmi Aziz Tanjung.

​Melalui diskusi publik ini, Paramudamudi berharap lahir jaring kolaborasi baru antar-pelaku ekonomi kreatif di Kota Bogor, sekaligus memperkuat kontribusi nyata pemuda daerah dalam menyokong visi pembangunan nasional berbasis kemandirian ekonomi dan ekonomi kreatif.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *